Memuat...
Memuat...

RpΒ 15.000
06.30βββ17.00
β Buka sekarang75 menit
easy
Pagi hari pukul 07.00-09.00 saat kabut mulai terangkat dan cahaya lembut, atau sore hari pukul 15.00-16.00 untuk golden hour. Hindari siang hari karena panas terik dan kontras cahaya terlalu keras untuk fotografi.
Hilltop viewpoint overlooking the rolling Dieng plateau, plantations & its green-colored lake.
β GoogleBerdasarkan 9.547 ulasan di Google Maps
untuk Batu Pandang Ratapan Angin
Harga tiket masuk Batu Pandang Ratapan Angin adalah Rp 15.000 (update 2026).
Waktu terbaik untuk mengunjungi Batu Pandang Ratapan Angin adalah Pagi hari pukul 07.00-09.00 saat kabut mulai terangkat dan cahaya lembut, atau sore hari pukul 15.00-16.00 untuk golden hour. Hindari siang hari karena panas terik dan kontras cahaya terlalu keras untuk fotografi..
Fasilitas yang tersedia di Batu Pandang Ratapan Angin: Area parkir kendaraan, Gardu pandang dengan pagar pengaman, Platform viewing deck luas, Jalur setapak beraspal, Spot foto dedicated, Toilet umum, Warung/kios makanan dan minuman, Area istirahat.
Ya, Batu Pandang Ratapan Angin cocok untuk dikunjungi bersama anak-anak.
Ya, tersedia parkir berbayar di Batu Pandang Ratapan Angin.

Jembatan ikonik berwarna merah putih di kawasan Dieng yang menjadi spot foto favorit dengan latar pemandangan pegunungan dan rating 4.5/5 dari pengunjung.

Gardu pandang ikonik di ketinggian 1800 mdpl yang menawarkan panorama spektakuler Dieng dengan fenomena lautan awan, sering disebut sebagai 'Switzerland-nya Indonesia'.

Teater multimedia yang menyajikan informasi lengkap tentang sejarah, geologi, dan budaya Dataran Tinggi Dieng dengan rating 4.4/5 dari 384 pengunjung.

Danau vulkanik dengan air jernih bagai cermin yang memantulkan keindahan alam Dieng, terhubung dengan Telaga Warna melalui Jembatan Merah Putih yang ikonik.

Situs prasasti kuno dengan tulisan aksara Jawa Kuno yang terpahat di batu alami, menjadi peninggalan bersejarah dari era Hindu-Buddha di Dataran Tinggi Dieng.

Goa alam dengan stalaktit dan stalagmit di kompleks Telaga Warna, Dieng, terbentuk dari aktivitas vulkanik dengan suasana mistis dan legenda Pangeran Diponegoro.